Arsip untuk Desember, 2007

Tonting Yudha Wastu Pramuka 2007 Berangkat Dari Karawang

Desember 15, 2007

 

 

 

 

Peleton Tonting Dilepas

Menjelang Hari Juang 45 dan Hari Infanteri Tahun 2007, Peleton Beranting (Tonting) Yudha Wastu Pramuka Jaya kembali melakukan napak tilas para pejuang kemerdekaan. Kali ini, napak tilas diawali di Tugu Proklamasi Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (15/12) dan berakhir di Cipatat, rabu (19/12).

Tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya Pertama yang berasal dari korps Kopassus akan mengawali langkah Tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya 2007. Peleton tersebut beranggotakan 36 prajurit Kopassus, yang terdiri dari 4 bintara dan 32 tamtama. Mereka dipimpin oleh seorang perwira yaitu Letda Inf. Wirahadi Harahap selaku komandan peleton.

Dalam perjalanannya, peleton tersebut akan membawa sejumlah perlengkapan sebagai simbol perjuangan. Perlengkapan tersebut diantaranya adalah Simbol Yudha Wastu Pramuka Jaya, Sumpah, Amanat dan Perintah Kilat Alm. Panglima Besar Jendral Sudirman, Bendera korp Infanteri, Bendera Kodam III Siliwangi, serta tas perlengkapan administrasi serah terima. Perlengkapan tersebut kemudian akan diserahkan ke peleton yang akan bertugas berikutnya.

Peleton Yudha Wastu Pramuka Pertama dilepas oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karawang, Suwarsono, SH. Panglima Kodam III Siliwangi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kajari mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian pengabdian korps Infanteri terhadap para pejuang dalam rangka bela Negara dan pantang menyerah, khususnya saat perang Palagan Ambarawa.

Selain itu, tonting sendiri merupakan tradisi korps infanteri yang sarat makna perjuangan dan patriotisme yang telah dilakukan oleh para pejuang kemerdekaan. “Oleh karena itu kegiatan ini hendaknya dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi korps infanteri dalam pengabdiannya,” imbuh Pangkodam.

Palagan Ambara sendiri, lanjut Pangkodam, terjadi pada 62 tahun silam. Ada makna hakiki bagi korps infanteri dalam perang tersebut. Kemenangan dalam Palagan Ambarawa adalah berkat merupakan taktik infanteri yang dilakukan oleh TNI saat itu. Walaupun lawan saat itu memiliki kualitas persenjataan yang jauh lebih baik, namun berkat taktik gerilya maka kemenangan pun dapat diraih.

Pangkodam menambahkan bahwa generasi muda infanteri saat ini harus dan wajib melestarikan tradisi perjuangan tersebut. Salah satunya adalah melalui kegiatan tonting ini sehingga nilai-nilai heroik dapat dijiwai oleh seluruh praajurit. “Namun demikian hal ini belum seberapa bila dibandingkan dengan yang terjadi 62 tahun lalu, oleh karena itu tidak ada kata lain bagi infanteri selain meningkatkan olah yudha, semangat patriotisme, serta kemanunggalan TNI,” jelas Pangkodam.

SERIBU POHON UNTUK PERBAIKAN EKONOMI RAKYAT

Desember 14, 2007

Ketua Dharma Wanita Karawang Hj Evi Arifin menanam pohon yang diberikan Bupati Dadang S Muchtar untuk perbaikan ekonomi rakyat.

Gagasan menarik kembali dikeluarkan Bupati Karawang, Drs. H. Dadang S. Muchtar. Setelah sukses dengan program Innova Kreatif, kali ini dalam rangka meningkatkan perekenomian masyarakatnya, Pemerintah Kabupaten Karawang berencana membagikan puluhan ribu pohon produktif untuk masyarakat. Sebagai tahap awal, Bupati Dadang S. Muchtar membagikan seribu pohon produktif bagi warga Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Barat, Jumat (14/12).

Desa Karangligar sendiri menjadi tempat pencanangan program penanaman pohon produktif untuk meningkatkan perekenomian masyarakat Karawang, khususnya yang bermata pencaharian petani dan nelayan. Melalui program tersebut, masyarakat akan mendapatkan sebuah pohon produktif untuk ditanam di halaman rumah masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dadang S. Muchtar mengatakan bahwa ide dari program tersebut sangatlah sederhana. Sebuah pohon produktif, seperti pohon mangga, diberikan kepada masyarakat. Dimana dalam satu atau dua tahun pohon tersebut diharapkan sudah mulai berbuah. Buah tersebut selain dapat dikonsumsi sendiri, tetapi dapat juga dijual saat masa panen. “Sehingga masyarakat dapat memiliki tabungan tetap dalam setiap tahunnya,” jelas Bupati.

Tujuan akhir dari program ini sendiri, lanjut Bupati adalah agar daya beli masyarakat dapat meningkat. Dengan adanya pohon tersebut, masyarakat dapat dikatakan memiliki tabungan atau simpanan yang dapat digunakan setiap tahunnya. Dengan demikian tentunya masyarakat dapat dikatakan memiliki penghasilan tetap dalam setiap tahunnya. “Untuk satu pohon dalam sekali panen diperkirakan dapat dijual hingga mencapai Rp. 100 ribu,” ujarnya.

Kepala Bappeda Kabupaten Karawang, Ir. Iman Sumantri menambahkan bahwa upaya meningkatkan penghasilan para petani dan nelayan tidak akan cukup hanya dengan upaya meningkatkan produksi saja. Sebagai contoh, di sektor pertanian sendiri, berdasarkan data statistik, seorang petani yang memiliki satu hektar sawah akan memiliki penghasilan hingga Rp. 1 juta perbulan. “Namun rata-rata petani di Kabupaten Karawang hanya memiliki sekitar 0,3 hektar sawah saja, sehingga pendapatan mereka belum mencapai UMK,” jelas Iman.

42 PENDERITA KATARAK DI KARAWANG MENDAPATKAN OPERASI GRATIS

Desember 14, 2007

Wakil Bupati Karawang Eli Amalia Priatna saat membuka kegiatan operasi katarak gratis

 

Tidak pernah terlintas di benak Dadang Nur Alam (42) bahwa anaknya, Faturachman Al-Ghazy (2) menderita katarak sejak lahir. Terlebih Faturachman merupakan anak yang ceria dan gemar berlari-lari sambil bermain sehingga tidak pernah terpikirkan bahwa ia menderita katarak. Penyakit katarak anak tersebut baru diketahui ketika Dadang memeriksakan mata sebelah kanan anaknya yang sedikit berwarna kelabu di rumah sakit.

Saat itu, Dokter yang memeriksa menyatakan bahwa Faturachman menderita katarak. Untuk bisa sembuh, mata kanan Faturachman harus dioperasi. Proses operasi sendiri tidak dapat dilakukan secara serta merta, hal ini karena usia Faturachman yang masih muda, sedangkan untuk dapat dioperasi minimal harus berusia kurang lebih dua tahun. Pernyataan senada diterima Dadang saat membawa Faturchman ke Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM) Cikampek dan RS. Cicendo Bandung.

Namun Faturachman akan segera memiliki mata yang normal. Hal ini karena dalam waktu dekat mata kanannya akan segera di operasi. Terima kasih kepada Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Karawang beserta PT. Askes dan Tim Medis RSUD Karawang yang telah memungkinkan dilakukannya operasi katarak pada mata Faturachman.

Selain Faturachman, 41 orang penderita katarak lainnya akan turut mengikuti operasi yang sama. Ke-42 orang tersebut merupakan peserta Bakti Sosial Operasi Mata Katarak Gratis yang dilakukan oleh Korpri Kabupaten Karawang. Kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bagian dari rangkaian HUT Korpri Ke-36 tingkat Kabupaten Karawang yang bekerjasama dengan PT. Askes, RSUD Karawang.

Kegiatan bakti sosial sendiri dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Karawang, Eli Amalia Priatna di depan Ruang Screening dan Operasi RSUD Karawang, Rabu (12/12). Kegiatan bakti sosial sendiri dikhususkan bagi masyarakat miskin atau pun tidak mampu, juga bagi para PNS atau pensiunan PNS dari Golongan I dan II. Dari 42 orang peserta tersebut, 4 diantaranya merupakan para PNS dan 38 sisanya merupakan masyarakat tidak mampu, dimana sebagian besar telah berusia lanjut. Operasi sendiri akan dibagi di dua tempat yaitu di RSUD Karawang dan Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM) di Cikampek.

Wakil Bupati Karawang, Eli Amalia Priatna dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu wujud kepedulian dari para PNS yang tergabung dalam Korpri terhadap masyarakat Karawang. “Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai salah satu upaya guna memenuhi kebutuhan layanan kesehatan khususnya bagi para PNS golongan I dan II serta masyarakat kurang mampu,” ujar Wakil Bupati.

Sementara itu, Direktur RSUD Karawang, dr. Djoni Dharmadjaja, mengatakan bahwa operasi katarak hanya memakan waktu sekitar 30 hingga 40 menit saja, dengan waktu penyembuhan pasca operasi sekitar satu minggu. Sedangkan biaya operasi katarak di RSUD Karawang sendiri mencapai sekitar Rp. 2 juta, sedangkan bila dilakukan di RS Swasta diperkirakan dapat mencapai Rp 5 juta hingga 7 juta.

Naïve Bayes Classifier

Desember 13, 2007

Naïve Bayes Classifier

Naïve Bayes Classifier (NBC) merupakan sebuah pengklasifikasi probabilitas sederhana yang mengaplikasikan Teorema Bayes dengan asumsi ketidaktergantungan (independent) yang tinggi.

Keuntungan penggunan NBC adalah bahwa metoda ini hanya membutuhkan jumlah data pelatihan (training data) yang kecil untuk menentukan estimasi parameter yang diperlukan dalam proses pengklasifikasian.

Karena yang diasumsikan sebagai variable independent, maka hanya varians dari suatu variable dalam sebuah kelas yang dibutuhkan untuk menentukan klasifikasi, bukan keseluruhan dari matriks kovarians.

Model Naïve Bayes Classifier

Secara garis besar model NBC adalah sebagai berikut:

1.jpg

Atau dengan kata lain persamaan diatas dapat digambarkan sebagai:

2.jpg

Dalam penggunaannya dalam proses pengklasifikasian dokumen, maka model NBC dapat digambarkan sebagai berikut:

Permasalahan:

Kita akan mengklasifikasikan suatu dokumen berdasarkan isi atau kata-kata yang ada dalam dokumen tersebut. Sebagai contoh adalah apakah sebuah dokumen tersebut merupakan dokumen terkait bidang pendidikan atau tidak.

Untuk itu, kita bayangkan bahwa sebuah dokumen-dokumen diambil dari suatu kelas dokumen (class of document) yang dapat dimodelkan sebagai sebuah himpunan kata-kata, dimana probabilitas (independen) bahwa suatu kata ke-i dalam suatu dokumen terdapat dalam sebuah dokumen yang berasal dari class C. Hal tersebut dapat digambarkan dengan:

3.jpg

(Atau untuk memudahkannya dapat kita asumsikan bahwa probabilitas suatu kata dalam suatu dokumen adalah independen terhadap ukuran suatu dokumen, atau dengan kata lain semua dokumen diasumsikan berukuran sama.)

Selanjutnya probabilitas bahwa sebuah dokumen D, terhadap class C adalah:

4.jpg

Pertanyaannya adalah “Berapa probabilitas suatu dokumen D merupakan milik suatu class C?” atau dengan kata lain adalah berapa nilai probabilitas 51.jpg?

Berdasarkan aksioma probabilitas:

61.jpg

Dan

71.jpg

Selanjutnya Teorema Bayes digunakan untuk memanipulasi pernyataan probabilitas tersebut diatas menjadi sebuah terminologi likelihood / kemiripan:

81.jpg

Untuk menjawab permasalahan sebelumnya diatas, maka kita asumsikan bahwa hanya terdapat dua kelas, yaitu kelas Spam (S) dan Bukan Spam (~S). Dengan demikian model dapat digambarkan menjadi:

91.jpg

Dan

101.jpg

Dari Teorema Bayes tersebut diatas, dapat kita tuliskan menjadi:

111.jpg

121.jpg

Dengan membagi satu dengan yang lainnya dapat kita gambarkan menjadi:

131.jpg

Model tersebut dapat di-refactor-kan menjadi:

141.jpg

Akhirnya, rasio probabilitas dari p(S | D) / p(¬S | D) dapat diekspresikan dalam suatu terminologi series of likelihood-ratio / rasio kemiripan beruntun.

Selanjutnya, probabilitas aktual dari p(S | D) dapat dengan mudah dihitung melalui log (p(S | D) / p(¬S | D)), berdasarkan pernyataan bahwa p(S | D) + p(¬S | D) = 1.

Dengan mengambil logaritma dari keseluruhan rasio tersebut, maka kita dapatkan:

151.jpg

(tehnik menggunakan log likehood / kemiripan logariitma ini sangat umum digunakan digunakan dalam statistik).

Akhirnya, dokumen dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

Dokumen tersebut merupakan Spam apabila :

161.jpg

Dan sebaliknya apabila < 0, maka dokumen tersebut Bukan Spam.

 

Susah dimengerti, tunggu bahasan selanjutnya

*Derived from wikipedia.org