Gagasan menarik kembali dikeluarkan Bupati Karawang, Drs. H. Dadang S. Muchtar. Setelah sukses dengan program Innova Kreatif, kali ini dalam rangka meningkatkan perekenomian masyarakatnya, Pemerintah Kabupaten Karawang berencana membagikan puluhan ribu pohon produktif untuk masyarakat. Sebagai tahap awal, Bupati Dadang S. Muchtar membagikan seribu pohon produktif bagi warga Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Barat, Jumat (14/12).
Desa Karangligar sendiri menjadi tempat pencanangan program penanaman pohon produktif untuk meningkatkan perekenomian masyarakat Karawang, khususnya yang bermata pencaharian petani dan nelayan. Melalui program tersebut, masyarakat akan mendapatkan sebuah pohon produktif untuk ditanam di halaman rumah masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dadang S. Muchtar mengatakan bahwa ide dari program tersebut sangatlah sederhana. Sebuah pohon produktif, seperti pohon mangga, diberikan kepada masyarakat. Dimana dalam satu atau dua tahun pohon tersebut diharapkan sudah mulai berbuah. Buah tersebut selain dapat dikonsumsi sendiri, tetapi dapat juga dijual saat masa panen. “Sehingga masyarakat dapat memiliki tabungan tetap dalam setiap tahunnya,” jelas Bupati.
Tujuan akhir dari program ini sendiri, lanjut Bupati adalah agar daya beli masyarakat dapat meningkat. Dengan adanya pohon tersebut, masyarakat dapat dikatakan memiliki tabungan atau simpanan yang dapat digunakan setiap tahunnya. Dengan demikian tentunya masyarakat dapat dikatakan memiliki penghasilan tetap dalam setiap tahunnya. “Untuk satu pohon dalam sekali panen diperkirakan dapat dijual hingga mencapai Rp. 100 ribu,” ujarnya.
Kepala Bappeda Kabupaten Karawang, Ir. Iman Sumantri menambahkan bahwa upaya meningkatkan penghasilan para petani dan nelayan tidak akan cukup hanya dengan upaya meningkatkan produksi saja. Sebagai contoh, di sektor pertanian sendiri, berdasarkan data statistik, seorang petani yang memiliki satu hektar sawah akan memiliki penghasilan hingga Rp. 1 juta perbulan. “Namun rata-rata petani di Kabupaten Karawang hanya memiliki sekitar 0,3 hektar sawah saja, sehingga pendapatan mereka belum mencapai UMK,” jelas Iman.
