Kesuksesan program penuntasan buta aksara di Kabupaten Karawang tidak terlepas dari pemikiran aktor yang berada di balik terciptanya Metoda Keaksaraan Fungsional (KF) Innova Kreatif 32 Hari. Aktor tersebut adalah Bupati Karawang, Drs, H. Dadang S. Muchtar, atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Dasim.
Ditemukannya Metoda KF Innova Kreatif sendiri berawal dari keprihatinan Bupati Dadang S. Muchtar usai dilantik menjadi Bupati Karawang pada tanggal 16 Desember 2005. Saat itu, Bupati sangat terkejut dengan data yang ada bahwa pada tahun 2006 di Kabupaten Karawang masih terdapat 177.710 masyarakat yang masih buta aksara.
Sepanjang tahun 2006, Kabupaten Karawang menuntaskan sebanyak 3.924 buta aksara dengan menggunakan metode konvensional. Dalam metode ini, para peserta dilatih selama enam bulan, dengan waktu belajar adalah 2 kali dalam seminggu selama 2,5 jam. Metode konvensional ini adalah metode standar dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dalam upaya penuntasan buta aksara di seluruh Indonesia.
Berdasarkan hasil evaluasinya terhadap program penuntasan buta aksara pada tahun 2006, Bupati Dadang S. Muchtar menilai bahwa metode yang digunakan selama ini memakan waktu yang terlalu lama dan tidak sesuai dengan demografi masyarakat buta aksara yang ada di Kabupaten Karawang. Data statistik menunjukkan bahwa sebagian besar buta aksara yang ada di Kabupaten Karawang adalah perempuan, telah berkeluarga, dan berusia dewasa.
Atas dasar tersebut, Bupati Dadang S. Muchtar selanjutnya melakukan ujicoba pelatihan buta aksara dengan waktu singkat yaitu selama 20 hari, dengan waktu belajar 5 kali seminggu selama 2,5 jam. Selain itu, dalam ujicoba tersebut, para peserta pelatihan diberikan intensif sebesar Rp. 5.000 perhari untuk memotivasi mereka untuk mau mengikuti pelatihan. Bupati Dadang S. Muchtar sendiri menilai bahwa dana insentif untuk memotivasi ini sangat penting karena sebagian besar mereka malu untuk belajar, serta untuk mengganti waktu mereka untuk mencari nafkah yang tersita oleh kegiatan belajar.
Sebagai pilot project terhadap metode KF Innova Kreatif 32 Hari ini, Bupati Dadang S. Muchtar menunjuk Desa Mekarjaya di Kecamatan Purwasari sebagai pilot project penuntasan buta aksara tingkat desa, dan membandingkannya dengan pilot project pogram penuntasan buta aksara dengan metode konvensional di Kecamatan.
Hasil perbandingan dari pilot project di kedua tempat tersebut ternyata sangat menggembirakan. Dalam waktu 20 hari, para buta aksara yang telah mengikuti pelatihan tersebut berhasil membaca, menulis dan berhitung dalam waktu singkat. Hasil ini selanjutnya menarik perhatian konsultan Program Pendanaan Kompetisi Peningkatan Indeks Prestasi Manusia (PPK-IPM) Provinsi Jawa Barat.
Atas saran konsultan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang selanjutnya berkonsultasi kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk dapat menerapkan metode tersebut di seluruh Kabupaten Karawang. Hasilnya, Depdiknas menyetujui program tersebut dengan catatan harus terlebih dahulu menyempurnakannya agar sesuai dengan standar Depdiknas sehingga para peserta pelatihan dapat memperoleh Surat Keterangan Melek Aksara (SUKMA) dari Depdiknas.
Standar-standar tersebut diantaranya adalah para peserta harus telah mengikuti pelatihan selama 114 jam, serta bisa membaca dan menulis secara lancar minimal 5 kata. Penyempurnaan selanjutnya dilakukan dengan menambah waktu belajar dari sebelumnya 20 hari menjadi 32 hari. Metode inilah yang kemudian dikenal sebagai Metode KF Innova Kreatif 32 Hari. Nama Metoda KF Innova Kreatif 32 Hari sendiri merupakan saran dari Konsultan PPK-IPM Provinsi Jawa Barat.
Pengakuan Depdiknas terhadap Metoda KF Innova Kreatif 32 Hari menjadi dasar terhadap program penuntasan buta aksara di Kabupaten Karawang ke depan. Pada tahun 2007, program tersebut selanjutnya diselenggarakan secara serentak di seluruh Kabupaten Kabupaten Karawang. Sebanyak 59.140 buta aksara telah berhasil dituntaskan dalam waktu singkat.
Keberhasilan Metoda KF Innova Kreatif 32 Hari sendiri telah diakui oleh Pemerintah Pusat. Dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional telah memberikan Anugrah Aksara kepada Bupati Karawang, Drs. H. Dadang S. Muchtar. Anugrah tersebut diberikan secara langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla saat peringatan Hari Aksara Internasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Metode ini selanjutnya terus dikembangkan di tahun 2008. Sisa sebanyak 54.646 buta aksara akan dituntaskan tahun ini. Mereka akan dibagi menjadi 2 tahap, dimana pada tahap pertama telah dituntaskan sebanyak 26.558 buta aksara dan akan diberikan SUKMA pada tanggal 21 April 2008. Sedangkan sisanya akan dituntaskan pada tahap kedua yang akan diselenggarakan pada bulan Juli – Agustus 2008. Keberhasilan penuntasan ini akan menjadikan predikat Karawang Bebas Buta Aksara menjadi kenyataan.
