
Hari ini, Senin (21/4), sebanyak 26.558 warga belajar akan mendapatkan Surat Keterangan Melek Aksara (SUKMA). Kegiatan ini merupakan salah satu wujud program penuntasan buta aksara di Kabupaten Karawang. Sertifikat SUKMA tersebut secara simbolis akan diserahkan oleh Bupati Karawang, Drs. H. Dadang S. Muchtar kepada 4.500 warga belajar di Lapang Karang Pawitan, Karawang. Dengan keberhasilan ini, pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Karawang yang selama ini terseok di posisi ke-23 di Jawa Barat, dipastikan meningkat cukup signifikan dan berada di peringkat 18.
Kegiatan penyerahan SUKMA kali ini dipadukan dengan peringatan Hari Kartini yang bertema “Dengan semangat Hari Kartini Ke-129, Perempuan Kabupaten Karawang Bebas Buta Aksara Tahun 2008”. Hal ini karena sebagian besar dari warga belajar dan buta aksara yang ada di Kabupaten Karawang adalah kaum perempuan. Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan sticker desa siaga kepada para camat dan pemeriksaan gratis deteksi dini kangker rahim bagi 100 wanita usia produktif sekalgus menyaksikan peragaan kreasi anak-anak PAUD.
Pemberantasan Buta Aksara merupakan salah satu program yang digarap secara serius dan intensif oleh Pemerintah Kabupaten Karawang. Hal ini karena berdasarkan data statistik pada tahun 2006, jumlah buta aksara di Kabupaten Karawang mencapai 117.710 orang. Keseluruhan buta aksara tersebut, oleh Pemkab Karawang akan dituntaskan hingga tahun 2008, sehingga Kabupaten Karawang akan berpredikat Bebas Buta Aksara Tahun 2008.
Guna mencapai target tersebut, Pemkab Karawang menggelar pelatihan bagi para buta aksara. Di tahun 2006, Pemkab Karawang telah berhasil menuntaskan sebanyak 3.924 buta aksara dengan jumlah anggaran sebesar Rp. 958 juta. Jumlah tersebut meningkat pada tahun 2007 menjadi sebanyak 59.140 buta aksara dengan anggaran sebesar Rp. 15,086 miliar. Total buta aksara yang telah dituntaskan sepanjang tahun 2006-2007 sebanyak 63.064 buta aksara dengan total anggaran mencapai Rp. 16,044 miliar.
Memasuki tahun 2008 ini, Pemkab Karawang telah menuntaskan 26.558 buta aksara dan meperoleh sertifikat SUKMA hari ini. Mereka telah mengikuti pelatihan buta aksara tahap pertama dengan menggunakan Metoda Keaksaraan Fungsional (KF) Innova Kreatif 32 Hari, yang merupakan hasil pemikiran empiris Bupati Dadang S. Muchtar. Pelatihan digelar mulai tanggal 29 Februari hingga 2 April 2008. Sisanya sebanyak 28.088 buta aksara akan mengikuti pelatihan tahap kedua yang berlangsung pada bulan Juli – Agustus 2008. Total anggaran yang disiapkan untuk pelatihan tahap pertama dan kedua tahun 2008 tersebut adalah mencapai Rp, 15.585 miliar.
Dengan selesainya kedua tahapan pelatihan ini, Pemkab Karawang telah menuntaskan seluruh buta aksara yang ada di Kabupaten Karawang. Total anggaran yang telah dialokasikan untuk program penuntasan buta aksara tersebut sejak tahun 2006 telah mencapai Rp. 31,629 miliar. Hal ini merupakan prestasi yang sangat impresif mengingat Kabupaten Karawang telah berhasil menuntaskan 117.710 buta aksara hanya dalam waktu 3 tahun.
Keberhasilan Kabupaten Karawang dalam menuntaskan buta aksara tersebut tidak terlepas dari metode yang digunakannya yaitu metode Innova Kreatif Keaksaaraan Fungsional 32 Hari. Metode tersebut merupakan metode yang digagas pertama kali oleh Kabupaten Karawang. Melalui metode tersebut, para buta aksara akan mengikuti pelatihan sebanyak 114 jam selama 32 hari. Mereka belajar secara berkelompok dimana setiap kelompok berisi 20 orang dengan tutor sebanyak 2 orang. Untuk memotivasi para buta aksara untuk mengikuti pelatihan tersebut, Pemkab Karawang juga memberikan insentif sebesar Rp. 3.000 perhari bagi masyarakat yang mau mengikuti pelatihan, dan memberikan honor untuk masing-masing tutor sebesar Rp. 600 ribu.
Keberhasilan Metoda KF Innova Kreatif 32 Hari sendiri telah diakui oleh Pemerintah Pusat. Dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional telah memberikan Anugrah Aksara kepada Bupati Karawang, Drs. H. Dadang S. Muchtar. Anugrah tersebut diberikan secara langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla saat peringatan Hari Aksara Internasional tanggal 9 September 2007 di Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Selain penuntasan buta aksara, Pemkab Karawang pun sangat concern di sektor pendidikan, khususnya dalam program Wajar Dikdas 9 Tahun. Untuk itu, Pemkab Karawang telah mengambil 2 kebijakan strategis, yaitu pendidikan gratis serta pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas yang rusak. Melalui kebijakan pendidikan gratis ini, Pemkab Karawang telah menggratiskan biaya pendidikan serta menghapus Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) di tingkat SD/SMP dengan menggunakan Dana BOS Kabupaten. Selain itu, Pemkab Karawang juga telah membatasi besaran DSP di tingkat SMA dan SMK.
Sedangkan untuk program pembangunan dan rehabilitasi gedung sekolah, selama tahun 2006-2007 Pemkab Karawang telah merehabilitasi 1.861 ruang kelas dari 2.861 ruang kelas gedung SD yang rusak. Sisa 985 ruang kelas yang rusak akan dituntaskan pada tahun 2008 ini. Selain itu, Pemkab Karawang pun telah membangun 402 ruang kelas baru ,10 unit sekolah baru serta pembangunan 2 gedung SD Percontohan yang masing-masing bernilai Rp. 6 miliar, yaitu SDN Nagasari dan SDN Karawang Kulon.
April 22, 2008 pukul 1:12 pm
Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
http://www.infogue.com/
http://www.infogue.com/pendidikan/karawang_tuntas_buta_aksara_tahun_2008/
April 22, 2008 pukul 3:33 pm
Ok, thanks for the support
April 28, 2008 pukul 9:00 am
lanjutkan dengan kegiatan lomba, di stasiun radio, ambil 12 finalis untuk lomba di aula pemda, lucu juga rasanya kalau nenek-nenek dan kakek-kakek ikut lomba membaca, jangan ada rekayasa peserta, periksa dengan ketat bahwa peserta adalah hasil kursus melek hurup itu, hayo ramekeun.
April 28, 2008 pukul 9:12 am
itu motto karawang yang interasih untuk saya kurang terasa “karawang”nya, moodnya seperti bencong letoy, ada obrolan begini : kunci dunia itu di indonesia,kunci indonesia itu di jawa, kunci jawa itu di jawa barat, kunci jawa barat itu di karawang, karawang adalah kota PANGKALL PERJUANGAN, nah dengan power seperti itu saya sarankan untuk ganti saja, bukan KARAWANG INTERASIH tapi KARAWANG SAKTI, KARAWANG yang Sehat Aman Kuat Tertib Indah. aYO, DI MANA KUNCI kARAWANG?
Mei 5, 2008 pukul 12:32 pm
Sebelumnya telah diselenggarakan LOMBA CERDAS CERMAT Peserta Pelatihan Buta Aksara. Tempatnya di Kecamatan Karawang, Barat, tahun 2007 lalu, tapi tanggal persisnya saya lupa.
INTERASIH??? Dah jarang denger neeh tuh slogan.
Mei 8, 2008 pukul 6:14 am
Bung Karno dkk dibawa ke Karawang/Rengasdengklok oleh sekelompok pemuda untuk “dipaksa” memproklamasikan kemerdekaan ri pada 17 agustus 1945,kemudian ke sininya 17-8-1945 disebut sebagai angka keramat. saya punya pertanyaan, yang menentukan tgl tsb orang karawang atau bukan, mengapa, karena angka tsb BETUL-BETUL HEBAT untuk pilihan, karena angka-angkanya merupakan angka rahasia tulisan BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM (dalam tulisan arab)
Mei 12, 2008 pukul 6:14 am
Wah3x, saya aja baru tau kalo angkanya keramat!
Tp kalo emang keramat n tanggalnya bagus, knp masih susah maju ya bangsa ini
Juli 16, 2008 pukul 5:20 pm
bagus juga, tapi saya bingung, metode yang digunakan seperti apa? mohon sarannya. kirim aja ke mas_ririt123@yahoo.co.id. saya tunggu ya!
Juli 31, 2008 pukul 8:40 pm
salam kenal..
para onthel biker, ada undangan funbike kampanye sehat, hemat dlm rangka sumpah pemuda dan anti global warming:
ika funbike 2008 karawang – dapatkan motor, sepeda, tv, komputer, dvd player, hp dan seabrek hadiah hiburan lainnya..
http://masbadar.wordpress.com/2008/07/31/ika-fun-bike-2008-karawang-kampanye-sehat-dan-hemat-berhadiah-motor-pc-tv-hp-dll/