Arsip untuk ‘Buta Aksara’ Kategori

Sejarah Terciptanya Metoda KF Innova Kreatif 32 Hari

April 21, 2008

Kesuksesan program penuntasan buta aksara di Kabupaten Karawang tidak terlepas dari pemikiran aktor yang berada di balik terciptanya Metoda Keaksaraan Fungsional (KF) Innova Kreatif 32 Hari. Aktor tersebut adalah Bupati Karawang, Drs, H. Dadang S. Muchtar, atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Dasim.

Ditemukannya Metoda KF Innova Kreatif sendiri berawal dari keprihatinan Bupati Dadang S. Muchtar usai dilantik menjadi Bupati Karawang pada tanggal 16 Desember 2005. Saat itu, Bupati sangat terkejut dengan data yang ada bahwa pada tahun 2006 di Kabupaten Karawang masih terdapat 177.710 masyarakat yang masih buta aksara.

Sepanjang tahun 2006, Kabupaten Karawang menuntaskan sebanyak 3.924 buta aksara dengan menggunakan metode konvensional. Dalam metode ini, para peserta dilatih selama enam bulan, dengan waktu belajar adalah 2 kali dalam seminggu selama 2,5 jam. Metode konvensional ini adalah metode standar dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dalam upaya penuntasan buta aksara di seluruh Indonesia.

Berdasarkan hasil evaluasinya terhadap program penuntasan buta aksara pada tahun 2006, Bupati Dadang S. Muchtar menilai bahwa metode yang digunakan selama ini memakan waktu yang terlalu lama dan tidak sesuai dengan demografi masyarakat buta aksara yang ada di Kabupaten Karawang. Data statistik menunjukkan bahwa sebagian besar buta aksara yang ada di Kabupaten Karawang adalah perempuan, telah berkeluarga, dan berusia dewasa.

Atas dasar tersebut, Bupati Dadang S. Muchtar selanjutnya melakukan ujicoba pelatihan buta aksara dengan waktu singkat yaitu selama 20 hari, dengan waktu belajar 5 kali seminggu selama 2,5 jam. Selain itu, dalam ujicoba tersebut, para peserta pelatihan diberikan intensif sebesar Rp. 5.000 perhari untuk memotivasi mereka untuk mau mengikuti pelatihan. Bupati Dadang S. Muchtar sendiri menilai bahwa dana insentif untuk memotivasi ini sangat penting karena sebagian besar mereka malu untuk belajar, serta untuk mengganti waktu mereka untuk mencari nafkah yang tersita oleh kegiatan belajar.

Sebagai pilot project terhadap metode KF Innova Kreatif 32 Hari ini, Bupati Dadang S. Muchtar menunjuk Desa Mekarjaya di Kecamatan Purwasari sebagai pilot project penuntasan buta aksara tingkat desa, dan membandingkannya dengan pilot project pogram penuntasan buta aksara dengan metode konvensional di Kecamatan.

Hasil perbandingan dari pilot project di kedua tempat tersebut ternyata sangat menggembirakan. Dalam waktu 20 hari, para buta aksara yang telah mengikuti pelatihan tersebut berhasil membaca, menulis dan berhitung dalam waktu singkat. Hasil ini selanjutnya menarik perhatian konsultan Program Pendanaan Kompetisi Peningkatan Indeks Prestasi Manusia (PPK-IPM) Provinsi Jawa Barat.

Atas saran konsultan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang selanjutnya berkonsultasi kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk dapat menerapkan metode tersebut di seluruh Kabupaten Karawang. Hasilnya, Depdiknas menyetujui program tersebut dengan catatan harus terlebih dahulu menyempurnakannya agar sesuai dengan standar Depdiknas sehingga para peserta pelatihan dapat memperoleh Surat Keterangan Melek Aksara (SUKMA) dari Depdiknas.

Standar-standar tersebut diantaranya adalah para peserta harus telah mengikuti pelatihan selama 114 jam, serta bisa membaca dan menulis secara lancar minimal 5 kata. Penyempurnaan selanjutnya dilakukan dengan menambah waktu belajar dari sebelumnya 20 hari menjadi 32 hari. Metode inilah yang kemudian dikenal sebagai Metode KF Innova Kreatif 32 Hari. Nama Metoda KF Innova Kreatif 32 Hari sendiri merupakan saran dari Konsultan PPK-IPM Provinsi Jawa Barat.

Pengakuan Depdiknas terhadap Metoda KF Innova Kreatif 32 Hari menjadi dasar terhadap program penuntasan buta aksara di Kabupaten Karawang ke depan. Pada tahun 2007, program tersebut selanjutnya diselenggarakan secara serentak di seluruh Kabupaten Kabupaten Karawang. Sebanyak 59.140 buta aksara telah berhasil dituntaskan dalam waktu singkat.

Keberhasilan Metoda KF Innova Kreatif 32 Hari sendiri telah diakui oleh Pemerintah Pusat. Dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional telah memberikan Anugrah Aksara kepada Bupati Karawang, Drs. H. Dadang S. Muchtar. Anugrah tersebut diberikan secara langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla saat peringatan Hari Aksara Internasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Metode ini selanjutnya terus dikembangkan di tahun 2008. Sisa sebanyak 54.646 buta aksara akan dituntaskan tahun ini. Mereka akan dibagi menjadi 2 tahap, dimana pada tahap pertama telah dituntaskan sebanyak 26.558 buta aksara dan akan diberikan SUKMA pada tanggal 21 April 2008. Sedangkan sisanya akan dituntaskan pada tahap kedua yang akan diselenggarakan pada bulan Juli – Agustus 2008. Keberhasilan penuntasan ini akan menjadikan predikat Karawang Bebas Buta Aksara menjadi kenyataan.

Bebas Buta Aksara Berkat Metoda KF Innova Kreatif 32 Hari

April 21, 2008

Keberhasilan Kabupaten Karawang dalam menuntaskan buta aksara tidak terlepas dari metode yang digunakan dalam melatih para buta aksara. Pemerintah Kabupaten Karawang menggunakan Metoda Keaksaraan Fungsional (KF) Innova Kreatif 32 Hari. Metode ini merupakan hasil pemikiran empiris Bupati Karawang, Drs. H. Dadang S. Muchtar.

Melalui metode ini, para buta aksara akan mendapatkan pelatihan yang lebih singkat dan insentif, sehingga mereka dapat membaca dan menulis dalam waktu singkat. Para peserta pelatihan akan belajar selama 32 hari, dimana waktu belajar berlangsung mulai hari Senin hingga Jumat. Pelatihan dilakukan sore hari selama 3,5 jam dengan mengambil tempat di salah satu rumah warga, atau pun di blandongan (balai pertemuan). Para peserta pelatihan tersebut dibagi menjadi kelompok-kelompok dimana masing-masing kelompok berisi 20 peserta. Mereka akan dibimbing oleh dua orang tutor.

Mengingat sebagian besar peserta telah berusia dewasa dan lanjut usia, maka metode pembelajaran dilakukan dengan terlebih dahulu menghapal huruf-huruf (abjad alfabet) yang ada. Mereka kemudian diajarkan bagaimana menyusun huruf-huruf tersebut menjadi suatu kata. Setelah mereka lancar melakukan hal tersebut, pelatihan berikutnya adalah dengan mengajari mereka bagaimana menulis huruf-huruf dan kata-kata tersebut.

Guna memotivasi para buta aksara untuk mau mengikuti pelatihan, Pemerintah Kabupaten Karawang pun memberikan insentif bagi para peserta sebesar Rp. 3.000 per hari. Sedangkan untuk para tutor, Pemerintah Kabupaten Karawang pun memberikan honor sebesar Rp. 600.000. Hal menarik dari pemberian insentif ini adalah sejumlah peserta tidak menggunakannya secara langsung, melainkan mengumpulkan uang tersebut untuk dijadikan modal berjualan, sehingga dapat terbentuk kelompok-kelompok usaha masyarakat.

Keberhasilan Metoda KF Innova Kreatif 32 Hari sendiri telah diakui oleh Pemerintah Pusat. Dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional telah memberikan Anugrah Aksara kepada Bupati Karawang, Drs. H. Dadang S. Muchtar. Anugrah tersebut diberikan secara langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla saat peringatan Hari Aksara Internasional tanggal 9 November 2007 di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

KARAWANG TUNTAS BUTA AKSARA TAHUN 2008

April 21, 2008

Hari ini, Senin (21/4), sebanyak 26.558 warga belajar akan mendapatkan Surat Keterangan Melek Aksara (SUKMA). Kegiatan ini merupakan salah satu wujud program penuntasan buta aksara di Kabupaten Karawang. Sertifikat SUKMA tersebut secara simbolis akan diserahkan oleh Bupati Karawang, Drs. H. Dadang S. Muchtar kepada 4.500 warga belajar di Lapang Karang Pawitan, Karawang. Dengan keberhasilan ini, pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Karawang yang selama ini terseok di posisi ke-23 di Jawa Barat, dipastikan meningkat cukup signifikan dan berada di peringkat 18.

Kegiatan penyerahan SUKMA kali ini dipadukan dengan peringatan Hari Kartini yang bertema “Dengan semangat Hari Kartini Ke-129, Perempuan Kabupaten Karawang Bebas Buta Aksara Tahun 2008”. Hal ini karena sebagian besar dari warga belajar dan buta aksara yang ada di Kabupaten Karawang adalah kaum perempuan. Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan sticker desa siaga kepada para camat dan pemeriksaan gratis deteksi dini kangker rahim bagi 100 wanita usia produktif sekalgus menyaksikan peragaan kreasi anak-anak PAUD.

Pemberantasan Buta Aksara merupakan salah satu program yang digarap secara serius dan intensif oleh Pemerintah Kabupaten Karawang. Hal ini karena berdasarkan data statistik pada tahun 2006, jumlah buta aksara di Kabupaten Karawang mencapai 117.710 orang. Keseluruhan buta aksara tersebut, oleh Pemkab Karawang akan dituntaskan hingga tahun 2008, sehingga Kabupaten Karawang akan berpredikat Bebas Buta Aksara Tahun 2008.

Guna mencapai target tersebut, Pemkab Karawang menggelar pelatihan bagi para buta aksara. Di tahun 2006, Pemkab Karawang telah berhasil menuntaskan sebanyak 3.924 buta aksara dengan jumlah anggaran sebesar Rp. 958 juta. Jumlah tersebut meningkat pada tahun 2007 menjadi sebanyak 59.140 buta aksara dengan anggaran sebesar Rp. 15,086 miliar. Total buta aksara yang telah dituntaskan sepanjang tahun 2006-2007 sebanyak 63.064 buta aksara dengan total anggaran mencapai Rp. 16,044 miliar.

Memasuki tahun 2008 ini, Pemkab Karawang telah menuntaskan 26.558 buta aksara dan meperoleh sertifikat SUKMA hari ini. Mereka telah mengikuti pelatihan buta aksara tahap pertama dengan menggunakan Metoda Keaksaraan Fungsional (KF) Innova Kreatif 32 Hari, yang merupakan hasil pemikiran empiris Bupati Dadang S. Muchtar. Pelatihan digelar mulai tanggal 29 Februari hingga 2 April 2008. Sisanya sebanyak 28.088 buta aksara akan mengikuti pelatihan tahap kedua yang berlangsung pada bulan Juli – Agustus 2008. Total anggaran yang disiapkan untuk pelatihan tahap pertama dan kedua tahun 2008 tersebut adalah mencapai Rp, 15.585 miliar.

Dengan selesainya kedua tahapan pelatihan ini, Pemkab Karawang telah menuntaskan seluruh buta aksara yang ada di Kabupaten Karawang. Total anggaran yang telah dialokasikan untuk program penuntasan buta aksara tersebut sejak tahun 2006 telah mencapai Rp. 31,629 miliar. Hal ini merupakan prestasi yang sangat impresif mengingat Kabupaten Karawang telah berhasil menuntaskan 117.710 buta aksara hanya dalam waktu 3 tahun.

Keberhasilan Kabupaten Karawang dalam menuntaskan buta aksara tersebut tidak terlepas dari metode yang digunakannya yaitu metode Innova Kreatif Keaksaaraan Fungsional 32 Hari. Metode tersebut merupakan metode yang digagas pertama kali oleh Kabupaten Karawang. Melalui metode tersebut, para buta aksara akan mengikuti pelatihan sebanyak 114 jam selama 32 hari. Mereka belajar secara berkelompok dimana setiap kelompok berisi 20 orang dengan tutor sebanyak 2 orang. Untuk memotivasi para buta aksara untuk mengikuti pelatihan tersebut, Pemkab Karawang juga memberikan insentif sebesar Rp. 3.000 perhari bagi masyarakat yang mau mengikuti pelatihan, dan memberikan honor untuk masing-masing tutor sebesar Rp. 600 ribu.

Keberhasilan Metoda KF Innova Kreatif 32 Hari sendiri telah diakui oleh Pemerintah Pusat. Dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional telah memberikan Anugrah Aksara kepada Bupati Karawang, Drs. H. Dadang S. Muchtar. Anugrah tersebut diberikan secara langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla saat peringatan Hari Aksara Internasional tanggal 9 September 2007 di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Selain penuntasan buta aksara, Pemkab Karawang pun sangat concern di sektor pendidikan, khususnya dalam program Wajar Dikdas 9 Tahun. Untuk itu, Pemkab Karawang telah mengambil 2 kebijakan strategis, yaitu pendidikan gratis serta pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas yang rusak. Melalui kebijakan pendidikan gratis ini, Pemkab Karawang telah menggratiskan biaya pendidikan serta menghapus Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) di tingkat SD/SMP dengan menggunakan Dana BOS Kabupaten. Selain itu, Pemkab Karawang juga telah membatasi besaran DSP di tingkat SMA dan SMK.

Sedangkan untuk program pembangunan dan rehabilitasi gedung sekolah, selama tahun 2006-2007 Pemkab Karawang telah merehabilitasi 1.861 ruang kelas dari 2.861 ruang kelas gedung SD yang rusak. Sisa 985 ruang kelas yang rusak akan dituntaskan pada tahun 2008 ini. Selain itu, Pemkab Karawang pun telah membangun 402 ruang kelas baru ,10 unit sekolah baru serta pembangunan 2 gedung SD Percontohan yang masing-masing bernilai Rp. 6 miliar, yaitu SDN Nagasari dan SDN Karawang Kulon.